Jumat, 10 November 2017

Tetesan Air Mata Anak

Dalam senyummu kau sembunyikan beribu ribu luka
Dalam tatapanmu kau sembunyikan rasa kecewa
Namun, kau tak pernah membenciku
Namun, kau tak pernah lelah membimbingku
Namun, kau tak pernah bosan menyayangiku

Saat aku berbuat salah sekalipun
Kau dengan mudah memaafkanku
Saat aku berbuat keburukan sekalipun
Kau tetap menganggapku sebagai anak baik

Saat hatiku dikunjungi rasa gelisah
Kau selalu mencoba menenangkan relung hati
Saat hatiku dikunjungi rasa sedih
Kau selalu mencoba membangkitkanku

Usahaku kini tak seperti usahamu dulu
Tangisku kini tak seperti tangismu dulu
Lelahmu saat membawaku setiap kau pergi
Lelahku saat aku kembali dari sekolah hingga larut malam

Rasa takutmu saat mencoba bertaruh nyawa hanya karena melahirkanku
Rasa takutmu saat kau berfikir bahwa anakmu takkan selamat saat lahir

Sedang rasa takutku
Saat aku mendengar lisanmu yang lantang
Saat aku melihat tetesan air matamu
Saat aku menatap matamu yang penuh kekecewaan

Aku takkan pernah bisa mengganti jerih payahmu
Aku takkan pernah bisa membayangkan kalau aku hidup tanpamu
Akan jadi apa aku nanti?

Aku memang terlalu sering melukaimu
Tapi, aku sungguh ingin membahagiakanmu
Air matamu membuatku luka
Air matamu membuatku merana

Aku memang terlalu sering melawanmu
Tapi, aku sungguh ingin menurutimu
Ucapan lisanmu yang lantang membuatku terpaku
Ucapan lisanmu yang lantang membuatku terdiam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar