Bahagia
Satu kata yang selalu terpancar dimataku
Bahagia
Satu kata yang selalu digambarkan dengan cara sederhana
Bahagia
Tidak serumit menghitung rumus
Tapi
Untuk mendapatkan bahagia itu
Butuh usaha yang tak kenal asa
Bahagia
Ketika bibirku masih menampilkan satu senyuman
Senyuman yang memiliki banyak arti
Bahagia
Ketika bibirku masih menampilkan tawa
Tawa yang mungkin hanya ilusi
Bahagia
Ketika aku menyaksikan orang orang disekitarku bersenda gurau
Bahagia
Ketika aku dapat merasakan dua macam hawa
Hawa yang dingin seperti di kutub utara dan selatan
Hawa yang panas seperti api yang membara
Bahagia
Ketika mataku meneteskan rintik air mata
Air mataku menetes bahagia atau menahan sakit?
Bahagia
Ketika sosok malaikatku tersenyum dengan hangat kepadaku
Bahagia
Ketika aku masih bisa berpijak di atas tanah ini
Bahagia
Ketika aku masih bisa terbangun saat matahari terbit
Bahagia
Ketika aku masih bisa melihat kuasa sang pencipta
Bahagia
Rasa yang mungkin terbagi
Rasa yang mungkin bisa diceritakan
Tapi
Rasa yang mungkin bisa disembunyikan dengan tangisan
Bahagia
Tutupilah kesedihanku dengan rasamu
Tutupilah kekecewaanku dengan senyummu
Bahagia
Hinggaplah dihatiku dan pikiranku
Bahagia
Janganlah rasamu pergi sirna begitu saja
Bahagia
Untuk mendapatkanmu saja aku harus mengorbankan banyak hal
Bahagia
Terimakasih atas rasamu yang kadang menyesakkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar