Jumat, 10 November 2017

BAHAGIAKU

Bahagia
Satu kata yang selalu terpancar dimataku

Bahagia
Satu kata yang selalu digambarkan dengan cara sederhana

Bahagia
Tidak serumit menghitung rumus
Tapi
Untuk mendapatkan bahagia itu
Butuh usaha yang tak kenal asa

Bahagia
Ketika bibirku masih menampilkan satu senyuman
Senyuman yang memiliki banyak arti

Bahagia
Ketika bibirku masih menampilkan tawa
Tawa yang mungkin hanya ilusi

Bahagia
Ketika aku menyaksikan orang orang disekitarku bersenda gurau

Bahagia
Ketika aku dapat merasakan dua macam hawa
Hawa yang dingin seperti di kutub utara dan selatan
Hawa yang panas seperti api yang membara

Bahagia
Ketika mataku meneteskan rintik air mata
Air mataku menetes bahagia atau menahan sakit?

Bahagia
Ketika sosok malaikatku tersenyum dengan hangat kepadaku

Bahagia
Ketika aku masih bisa berpijak di atas tanah ini

Bahagia
Ketika aku masih bisa terbangun saat matahari terbit

Bahagia
Ketika aku masih bisa melihat kuasa sang pencipta

Bahagia
Rasa yang mungkin terbagi
Rasa yang mungkin bisa diceritakan
Tapi
Rasa yang mungkin bisa disembunyikan dengan tangisan

Bahagia
Tutupilah kesedihanku dengan rasamu
Tutupilah kekecewaanku dengan senyummu

Bahagia
Hinggaplah dihatiku dan pikiranku

Bahagia
Janganlah rasamu pergi sirna begitu saja

Bahagia
Untuk mendapatkanmu saja aku harus mengorbankan banyak hal

Bahagia
Terimakasih atas rasamu yang kadang menyesakkan

Tetesan Air Mata Anak

Dalam senyummu kau sembunyikan beribu ribu luka
Dalam tatapanmu kau sembunyikan rasa kecewa
Namun, kau tak pernah membenciku
Namun, kau tak pernah lelah membimbingku
Namun, kau tak pernah bosan menyayangiku

Saat aku berbuat salah sekalipun
Kau dengan mudah memaafkanku
Saat aku berbuat keburukan sekalipun
Kau tetap menganggapku sebagai anak baik

Saat hatiku dikunjungi rasa gelisah
Kau selalu mencoba menenangkan relung hati
Saat hatiku dikunjungi rasa sedih
Kau selalu mencoba membangkitkanku

Usahaku kini tak seperti usahamu dulu
Tangisku kini tak seperti tangismu dulu
Lelahmu saat membawaku setiap kau pergi
Lelahku saat aku kembali dari sekolah hingga larut malam

Rasa takutmu saat mencoba bertaruh nyawa hanya karena melahirkanku
Rasa takutmu saat kau berfikir bahwa anakmu takkan selamat saat lahir

Sedang rasa takutku
Saat aku mendengar lisanmu yang lantang
Saat aku melihat tetesan air matamu
Saat aku menatap matamu yang penuh kekecewaan

Aku takkan pernah bisa mengganti jerih payahmu
Aku takkan pernah bisa membayangkan kalau aku hidup tanpamu
Akan jadi apa aku nanti?

Aku memang terlalu sering melukaimu
Tapi, aku sungguh ingin membahagiakanmu
Air matamu membuatku luka
Air matamu membuatku merana

Aku memang terlalu sering melawanmu
Tapi, aku sungguh ingin menurutimu
Ucapan lisanmu yang lantang membuatku terpaku
Ucapan lisanmu yang lantang membuatku terdiam

Kamis, 09 November 2017

Menyukaimu Dari Jauh

Aku menyaksikanmu dari jarak tak tentu
Aku memantaumu dari jarak yang sangat menyesakkan
Ketika mataku bertemu dengan matamu
Sosok yang ceria menjadi sosok yang pemurung

Ketika tanganku tak sengaja menyentuhmu
Sosok yang ceria menjadi sosok yang kaku
Ketika aku dan kamu mengawali sebuah percakapan
Sosok yang ceria menjadi sosok pembisu

Biarkan aku memendam rasa ini
Dalam kesendirian
Biarkan aku memendam rasa ini
Dalam kesunyian

Dan biarkan sosokmu seperti bintang
Jauh dan sangat sulit untuk digapai
Dan biarkan sosokmu seperti matahari
Bersinar dan tetap menghangatkanku

Dan biarkan aku dan kamu tetap menjadi teka teki
Teka teki yang sangat sulit untuk ditebak
Karena akupun sudah merasa nyaman dengan semuanya.
Walau aku harus menyukaimu dari jauh

RINDU

Rindu
Satu kata penuh makna
Makna yang sulit untuk dipahami

Rindu
Satu kata
Tapi begitu berat
Untuk dirasakan

Rindu
Aku memang merasakan
Tapi aku tak rela
Jika aku menangis
Hanya karena kau

Rindu
Aku memang menangisimu
Tetapi
Aku sadar
Kau tak pantas untuk kutangisi

Rindu
Sekian kalinya aku merasakan
Yang kudapat
Hanya rasa sakit

Rindu
Rasa sakitku tak sebanding dengan rasa rinduku
Rasa sakitku perlahan bisa kuobati
Namun
Berbeda dengan rasa rinduku

Rindu
Butuh waktu lama untuk menghilangkan
Butuh waktu lama untuk melupakan

Rindu
Aku tau
Bahwa orang yang kurindu
Mungkin tak merasakannya

Rindu
Mengapa kau begitu menyesakkan hati
Tidakkah itu menyiksaku?
Tidakkah itu menyulitkanku?

Rindu
Hilanglah dari dalam relung hatiku
Hilanglah dari dalam pikiranku

SYUKUR

Ketika aku terbangun.....
Di pagi hari.....
Aku melihat langit yang begitu cerah....
Aku merasakan hawa yang menyejukkan relung hati ini...

Ketika aku terbangun....
Di siang hari......
Aku merasakan hawa yang panas....
Membakar serta menyengat tubuhku....

Ketika aku terbangun....
Di malam hari.....
Aku melihat sang bintang....
Aku melihat sang rembulan....

Dan saat itu.....
Kuucapkan syukur pada-Mu......
Akan semua nikmat.....
Akan semua karunia.....
Yang diberi oleh-Mu.......

Rasa syukur ini....
Kadang tak bisa kuucapkan....
Tapi hanya bisa ku gambarkan.....
Dalam setiap sujud solatku....

Ketika aku sakit.....
Aku hanya bisa mengeluh.....
Ketika aku sehat.....
Aku hanya menyia-nyiakannya....

Ketika aku berhasil....
Aku hanya bisa berperilaku semena mena.
Tanpa mensyukurinya....
Tanpa menyadari.....
Bahwa semua hanya titipan belaka.....

Ketika aku menerima cobaan.....
Aku hanya bisa menangis....
Menangis.....
Dan menangis.....

Tangisanku tak seperti bahagiaku....
Tangisanku tak sebanding dengan syukurku. ...
Tangisanku tak berarti....
Karena terkadang tangisanku....
Hanya menangisi....
Hal yang tak penting....

SAHABAT

Sahabat....
Ketika aku jatuh......
Kau selalu mencoba untuk membangkitkanku....
Kau selalu mencoba untuk menyemangatiku.....

Sahabat.....
Ketika aku diatas....
Kau selalu memujiku.....
Dengan kata katamu...
Yang indah....
Namun terkadang....
Menusuk ke dalam hati....

Sahabat....
Taukah kamu....
Kita yang dekat.....
Perlahan mulai menjauh.....
Perlahan mulai menghindar....

Sahabat.....
Sadarkah kamu....
Dulu kita seperti nadi.....
Dulu kita seperti matahari dan bumi......

Sahabat...
Rindukah kamu....
Dengan semua kenangan....
Yang sudah kita jalin....
Bertahun lamanya....

Sahabat.....
Ingatkah kamu akan kita....
Ingatkah kamu dengan semua kenangan kita.....

Sahabat.....
Aku disini selalu menunggumu...
Aku disini selalu mengejarmu....
Agar aku dapat berkata....
Bahwa aku rindu dengan semuanya....

Sahabat....
Janganlah kamu pergi....
Hanya karena satu laki laki....
Janganlah kamu hilang....
Hanya karena tidak membutuhkanku.....

Sahabat.....
Janganlah kamu kembali....
Hanya karena kamu merasa bosan.....
Janganlah kamu kembali....
Hanya karena ingin memujiku...
Dengan katakata manis...
Namun menusuk relung hati....
Yang begitu dalam......

Dear Ayah

Ayah.....
Ketika aku rindu...
Ku hanya bisa mengenangmu.....
Ketika aku teringat....
Ku hanya bisa mendoakanmu....

Ayah......
Ku sungguh ingin mendekapmu.....
Ku sungguh ingin bertatap muka denganmu...
Walau semua hanya ilusi....
Walau semua hanya sebuah angan saja....

Ayah.....
Maafkan aku....
Aku yang lemah....
Aku yang sering dihina.....
Tapi kuhanya bisa diam.....

Ayah....
Maafkan aku....
Aku yang tak berdaya.....
Aku yang tak berguna.....
Tapi kuhanya bisa merenung....

Ayah.....
Dekaplah aku.....
Kuatkanlah aku...
Disaat aku menangis......
Karena mereka.....

Ayah.....
Teruslah bimbing aku...
Walau sekarang....
Aku dan dirimu sudah dialam yang berbeda...

Ayah.....
Teruslah jaga aku....
Walau aku tidak dapat meraihmu...
Walau aku tidak dapat melihatmu....

Senin, 16 Januari 2017

DIA

Hai....
  Kembali lagi dengan gue yaitu sekar. Dulu gue pernah ngepost cerita di blog yg judulnya "perjuangan cinta takkan pernah padam" dan sekarang gue bakal ngepost cerita yang judulnya "DIA".

Sebelum gue bercerita, gue sebelumnya ingin memperkenalkan teman gue yang bernama Raisan Ilham Badilla. Raisan ini seorang siswa salah satu sekolah di cilegon. Dia seorang alumni smp muhammadiyah. Gue sama raisan udah lumayan kenal lama. Menurut gue sendiri, raisan itu orangnya baik dan begitu care sama gue. Guepun care sama dia. Kita sering komunikasi lewat media sosial. Media sosial yang berupa line dan bbm. Gue sangat bersyukur punya teman dekat seperti dia. Dia berjanji sama gue, bahwa gue akan dibikin bahagia. Dan semua kemauan gue, bakalan diturutin sama dia. Gue bersyukur dan berterima kasih kepada Allah.

Like, comment dan share ya!😊