Kamis, 17 Maret 2016

Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam Part I

Gue sekar, gue mau ngelanjutin cerita gue nih yang judulnya ‘’Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam’’. Kalian pasti taulah cerita gue itu. Kita mulai ceritanya yuk.

   Hari hari yang dilewati sama sekar hanya dengan tangisan. Tak ada yang namanya kebahagiaan. Kebahagiaannya sudah dimiliki oleh sahabatnya sendiri yaitu Putri. Putri kini semakin dekat dengan putra, laki laki yang diinginkan olehnya. Hingga akhirnya, putri menghampiri rumahnya untuk menanyakan hal mengapa ia pergi gitu aja ketika ia menyatakan perasaannya pada putra. Dengan berteriak sangat keras didepan rumah sekar
‘’ Sekar woii sekar woii!’’ (sambil teriak kencang)
Sekar tidak mendengar teriakan itu dan mamahnya pun segera membukakan pintu lalu bertanya kedatangan putri ini untuk apa.
‘’Putri, kamu ngapain kesini? Kamu bertengkar ya sama anak tante?’’ tanya mamah sekar.
Dengan gugup, putri menjawabnya.
 ‘’A.....a....a....aku kesini untuk minta maaf karena sudah membuatnya meneteskan air mata. Aku merasa bersalah.’’
‘’Emang sekar kenapa put? Sekar tidak pernah menceritakan masalahnya kepada tante. Tante sendiri juga bingung.’’saut mamah sekar lagi.
‘’ Dia suka sama laki laki yang laki laki itu putri suka juga tan tapi sekar sudah menyatakan perasaannya terlebih dahulu kepada laki laki tersebut. Dia menangis dan pergi meninggalkan laki laki itu dengan terburu buru.’’ujar Putri.
‘’ Iyaudah put, nanti kalau sekar udah baikan tante kabarin kamu ya?.’’cakap mamah sekar kembali.
  Akhirnya pun putri bergegas pulang kerumah. Di tengah perjalanan, ada sebuah mobil yang mencegatnya. Pengendara mobil itu ternyata Putra.
  ‘’ Ayo, aku antar kamu pulang put.’’ucap putra.
 Dengan tegas, putri menyaut omongan putra.
  ‘’Sudahlah, kamu galiat sekar kemarin nangis karena siapa hah? Dia menangis karena kamu! Aku ganyangka ya kamu sejahat itu.’’
  Setelah menyaut omongan putra, putri pergi berlari namun hari hujan. Putra bergegas mengejarnya, putra takut putri kenapa kenapa. Putra turun dari mobilnya lagi untuk menghampiri putri.
  ‘’Hei, sekarang hujan. Kamu mau hujan hujanan? Kamu mau sakit? Kalau kamu sakit, aku sama siapa?.’’tanya putra.

  Putri hanya terdiam dan berlari lagi. Ia tidak ingin membuat sekar menjadi kecewa, sedih ataupun meneteskan air matanya hanya karena dia. Putra bingung, mengapa putri selalu menghindar darinya, padahal putra hanya ingin menjadi teman dekat putri yang selalu ada untuknya. Putra meninggalkan tempat itu. Yang kini ada dipikiran putra hanya putri, putri dan putri. Putra merasakan bahwa ia suka dengan putri. Ia berfikir untuk berjuang lebih mendapatkan putri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar