Kamis, 17 Maret 2016

Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam

Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam

   Hei, kita kenalan dulu ya. Nama gue sekar maharani putri wijonarko, cukup panjang kan nama gue? Iyalah kan pemberian orang tua tersayang. Gue duduk dibangku kelas 3 SMP, duh lagi sibuk sibuknya nih tapi gue bagi waktu buat bikin cerita ini. Gue suka membuat cerita itu udah lama tapi tidak gue kembangkan bakat gue. Gue mulai membuat cerita itu kelas 2 SMP. Dan dari salah satu cerita gue itu, udah ada yang gue posting ke Blog. Tapi sayang, gue lupa alias tidak ingat dengan blog gue yang dulu itu. Akhirnya, gue mulai membuat cerita lagi deh dengan judul ‘’Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam’’.

     ‘’Perjuangan Cinta yang Takkan Pernah Padam’’ ini menceritakan seorang perempuan yang bernama Putri dan memiliki kekasih yang bernama Putra. Awal mula kisah cinta mereka itu dari Putri kelas 1 SMP. Putri selalu memperhatikan, mempedulikan, mengkhawatirkan Putri dalam diam sedangkan Putra dekat dengan beberapa perempuan di sekolahnya. Putri menahan semua itu dalam hati dan kadang iapun menangis seorang diri. Dia menangis bukan karena cengeng namun karena menahan semua perasaannya sama putra sendiri.
    Putri menangis, terus menangis hingga akhirnya iapun ditanya oleh mamahnya:
 ‘’Nak, kamu kenapa? Mata kamu bengkak, tidak seperti biasanya.’’
Lalu putri pun menjawabnya dengan pelan:
  ‘’Putri gapapa mah, putri hanya bingung dengan perasaan putri. Putri suka sama seorang laki laki tapi laki laki itu tidak pernah memperdulikan putri bahkan sangat cuek. Putri bingung mah(sambil nada pelan).’’
  ‘’ Jadi gitu masalahnya nak? Menurut mamah, kalau emang putri suka sama dia, putri harus berjuang walau putri juga menahan sakit di hati. Tetap berjuang ya anakku sayang(tertawa meringis).’’ Ucap mamah lagi.
  Putri hanya diam termenung. Mungkin dengan berjuang, putri bisa mendapatkan dia. Dan akhirnya putri pun memejamkan matanya karena hari sudah malam.
  Setelah gelap terbitlah terang dan setelah malam terbitlah pagi. Putripun segera bangun dan mandi untuk bergegas berangkat sekolah. Lalu, putri sarapan dengan mamahnya. Handphone putri yang ada di saku bajunya bergetar dan dilihatlah oleh putri dan ternyata getaran itu adalah sebuah pesan singkat dari putra. Laki laki yang ia inginkan selama ini. Putri bahagia dan senang. Putri menjadi yakin untuk berjuang dengan gigih tanpa mengenal lelah dan putus asa.
   Didepan pintu rumah putri, sudah ada laki laki yang menunggunya. Dan laki laki itu adalah putra. Kebahagiaan putri pun bertambah ketika ia melihat bahwa putra ada didepan pintu rumahnya. Ia bertanya kepada putra:
‘’Kamu ngapain disini put?’’ tanya putri.
‘’Aku mau jemput kamu untuk berangkat sekolah bersama sama. Maafin aku ya, aku tidak pernah memperdulikanmu.’’jawab putra
  Setelah bercakap cakap, mereka berdua bergegas ke sekolah dan sesampainya disekolah, ada seorang perempuan yang menarik tangan putra. Perempuan itu bernama sekar. Sekar marah marah kepada putra:
‘’ Kamu ngapain sih ke sekolah sama dia? Dia siapa kamu!’’
Putra dengan tegaspun menjawabnya.
‘’ Ini hak gue lah mau ke sekolah sama siapa juga! Dia temen gue terus lonya mau apa? Udahdeh jangan berharap lebih sama gue.’’ (meninggalkan sekar sendirian)
Putri melihat itu langsung menghampiri sekar dan bertanya kepadanya:
‘’ kamu jangan berfikir yang aneh aneh ya kar. Putra bukan siapa siapa aku kok.’’
Air mata sekarpun menetes dan menyaut omongan putri dengan pelan.
‘’ aku gapapa, aku cuman merasa putra tidak suka denganku. Padahal, aku sayang banget sama dia. Aku boleh nanya sesuatu ga put?’’
‘’ tentu saja boleh kar, kamu mau nanya apa?’’ujar putri.
‘’ kamu ada perasaan sama putra?(sambil nada penasaran gitu)’’saut sekar lagi.
‘’ Gaada kok kar, tenang aja. *dalam hati, iya kar gue ada perasaan sama putra tapi gue gamau liat lo sedih ataupun nangis karna dia* cakap Putri.
  Mereka berdua berbincang bincang hingga tanpa disadari bel sekolahpun berbunyi. Sekar menggandeng tangan putri dan segera masuk ke kelas. Didalam kelas tersebut, putra sudah menunggu dan ditanya oleh sekar.
‘’ lu kenapa sih? Lu tau ga? Guetuh suka sama lu tapi lu gapeka peka. Gue cukup tau aja.’’
Putra bingung, ia bingung karna tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sekar. Iapun bertanya kepada putri:
‘’ putri, sekar kenapa? Kok nanyanya gitu sih? Dia suka sama aku tapi kenapa dia marah dan pergi gitu aja.’’
 Tanpa rasa belas kasihan, tanpa menjawab pertanyaan putra, putripun lari menyusul sekar. Sekar pergi entah kemana. Putri merasa bersalah karena sudah membuat sekar menjadi seperti ini. Putri ingin menjadi teman curhat sekar tapi semua itu kayanya tidak akan menjadi kenyataan deh. Putri menangis lagi dan disitulah putra tiba tiba mengusap air mata putri sambil berkata;
‘’ udah dong, kamu gausah nangis kan disamping kamu ada aku terus yang akan jagain kamu. Aku suka sama kamu, kamu mau ga jadi pacar aku?(sambil megang tangan putri).’’
‘’ aku gaenak sama sekar, dia suka sama kamu. Biarin aku mendam semua perasaan aku ke kamu. Aku mau sekar bahagia. Kamu harus bikin dia bahagia ya?’’ putripun meninggalkan putra lagi dengan air matanya yang menetes.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar